Empat Unsur Energy Dan Manfaatnya

Bismillaahirrohmaanirrohim
Assalammualaikum wr wb.

Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maka Kuasa


4 Unsur Energi dan Manfaatnya


"Siapa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya ( Al-Hadist)"


Sesungguhnya penciptaan alam semesta yang digambarkan oleh Al-Qur'an akhirnya sesuai dengan hasil penemuan science dan teknologi. Dunia science akhirnya berhasil menemukan sisa sisa ledakang big bang yang menjadi asal muasal penciptaan Alam Semesta.



Al-Quran lebih jauh menjelaskan :

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.
Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"
(Al Qur'an, 21:30)




Dari ayat inilah dimulai memaknai pembahasan tentang empat unsur sebagai pembentuk segala makhluk hidup, dan semuanya di mulai dengan ”AIR ”



Air menyiratkan kepada kita bahwa air adalah molekul yang pertama terjadi dalam proses molekulosynthese di alam semesta. Peristiwa itu terjadi sewaktu gaya elektro-magnetik sudah menunjukkan watak sendiri setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun yang dikenal sebagai “waktu rekombinasi”. Peranan air dalam proses biologis dan biokimiawi sudah banyak dipahami dan dijelaskan dalam banyak literatur (Djay, 1990:16-17).



Air adalah cikal bakal penciptaan segala kehidupan dan makhluk hidup, demikian Al-Qur'an menjelaskan. Dalam evolusi penciptaan, asal mula kehidupan adalah Air, dari air maka terciptalah makhluk hidup bersel satu, selanjutnya terus berevolusi membentuk berbagai jenis makhluk hidup namun masih sebatas tetumbuhan baik di darat maupun di lautan. dan olehnya tetumbuhan ini merupakan tingkatan hidup pertama dan lebih didominasi oleh unsur air. dan akhirnya dari tetumbuhan ini terus berevolusi seirama meleburnya unsur-unsur kehidupan lainnya, mulai penciptaan binatang melata baik didarat maupun dilaut, berlanjut unggas dan hewan-hewan air, hewan berkaki empat . Kesempurnaan kejadian penciptaan alam semesta, dengan  menyatu empat unsur kehidupan Tanah- Air – Api – Udara. 

Sebagai bagian tubuh alam pedosfer (material tanah secara keseluruhan) memiliki hubungan timbal balik dengan bagian tubuh alam yang lain yaitu : litosfer (batuan= Unsur Api ), biosfer (makhluk hidup), hidrosfer (perairan), dan atmosfer (udara). Tanah terbentuk dan mengandung ke empat bahan alam tersebut. Memaknai 4 Unsur tersebut diatas maka dapat disimpulkan, bahwa Unsur air yang menggambarkan sebagai sumber kehidupan, unsur api sebagai simbol penguat dan pengembangan hidup, unsur udara sebagi penyeimbang, dan unsur tanah sebagai alat menyatunya ke empat unsur tersebut.



Dalam kehidupan ini, raga manusia tersusun atas 4 unsur dasar. Empat unsur dasar ini mendampingi kita dan setiap unsur tersebut memiliki manfaat atau fungsi tersendiri. Misalkan api bisa untuk menghangatkan dan cahaya api tersebut bisa untuk menerangi kita dalam kegelapan, air memiliki banyak fungsi selain untuk menghilangkan hasus atau dahaga bisa juga untuk mandi dan lain sebagainya. 

4 unsur tidak hanya ada diluar kita, bahkan di dalam benda dan makhluk hidup juga mengandung 4 unsur tersebut. Dan unsur energi tersebut memiliki fungsi tersendiri dalam kehidupan.  Yaitu:
1. Tanah : Kesehatan
2. Air : Rejeki dan kemakmuran
3. Api : Untuk proteksi dan semangat hidup
4. Udara : Pergaulan (sosial) dan pengasihan (mahabbah)




Unsur yang pertama adalah unsur tanah, manusia berasal dari tanah dan akan kembali ketanah. Ini berarti energi yang terdapat pada tanah berkolaborasi menghasilkan netralisasi. Tanah dipercaya sebagai lahan yang siap ditanami oleh tanaman yang menghijaukan dan menghasilkan. Seorang manusia merupakan lahan subur yang potensial untuk ditanami dengan berbagai macam unsur seperti layaknya tanah yang dapat ditanami oleh berbagai macam tanaman.


Unsur yang kedua adalah unsur air, unsur air  mendominasi kurang lebih 70% dalam tubuh kita. Ini berarti manusia sangat berkaitan dengan energi yang berhubungan dengan air. Jika anda memahami unsur air dalam diri anda, maka segala tingkah laku, pola pikir dan pola gerak anda memang mengacu kepada konsep air.



Unsur ke Tiga adalah api, unsure api kadang dianggap sebagai perusak, karena identik dengan marabahaya atau unsur negatif. Tetapi harus diingat bahwa tanpa adanya unsur api maka manusia hanyalah makhluk yang pasif, ini karena manusia tidak memiliki keinginan atau harapan-harapan. Keinginan dan harapan tidak akan bergulir begiu saja tanpa adanya semangat,  inilah yang kita sebut dengan Api. Apa saja dalam jasmani yang mempunyai sifat panas, dapat digolongkan ke dalam unsur api.



Unsur yang ke Empat adalah Udara, sangat berkoloborasi dengan Api atau dapat juga sebagai musuh dari unsur Api. Sebagai contoh Api hanya bisa menyala jika terdapat oksigen yang menyertainya. Tetapi dengan tiupan yang mengandung karbon dioksida maka api dapat langsung padam dengan seketika. Inilah yang disebut sebagai pisau bermata dua. Udara dapat dikatakan sebagai pisau bermata dua, ia bisa menghidupkan atau bisa mematikan. Unsur udara yang ada didalam diri manusia inilah yang dapat berimplikasi baik positif maupun negatif. Bagian lain yang mempunyai sifat bergerak atau bertiup, digolongkan sebagai unsur angin.



Tapi diantara 4 unsur tersebut terkadang ada yang lemah ada juga yang kuat, misal ada orang yang rejekinya lancar tapi sering sakit-sakitan itu dikarenakan unsur airnya kuat tapi unsur tanahnya lemah. Ada juga yang mudah mendapatkan pasangan tapi rejekinya seret, karena unsur udaranya kuat tapi unsur airnya lemah.

Untuk menutup kelemahan tersebut bisa dengan buka aura atau dengan menggunakan benda yang mengandung unsur tersebut. 

Misal unsur airnya lemah maka bisa menggunakan benda yang mengandung unsur air. Selain dengan buka aura dan benda, bisa juga dengan amalan yang bisa menguatkan unsur yang lemah. Misal rejeki seret, bisa menggunakan amalan kerejekian yang apabila praktisi supranatural melihat unsur dari amalan itu mengandung unsur air untuk kerejekian.



Setiap aliran perguruan memiliki teknik tersendiri untuk menutup kelemahan atau unsur yang melemah. Bisa berupa azimah, amalan atau lelaku yang lain. Dan setiap teknik memiliki kekurangan dan kelebihan misal menggunakan azimah kita sudah tidak perlu amalan atau mengerjakan sesuatu yang merepotkan, tapi ada resiko hilang atau tertinggal. Sedangkan dengan amalan butuh waktu dan lumayan berat, tapi tidak ada resiko tertinggal.


Posting Terkait :